Blog

Sarjana Berkelana di Pasar Malam

DSC_0054dsc_0089.jpgDSC_0040

Disela-sela deretan gedung-gedung tinggi yang berjejer, tampak pusat keramaian yang sederhana. Hanyalah tenda-tenda berjejer yang diterangi lampu seadanya. Mereka berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya setiap malam. Orang-orang dengan tampilan seadanya juga hanya beberapa lembar uang tampak berbondong-bondong menuju keramaian tersebut. Begitulah yang dapat menggambarkan pasar malam di Gading Serpong. Keberadaan pasar malam menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat menengah ke bawah. Tak perlu bersaing dengan keberadaan mall-mall besar, seperti AEON dan Summarecon Mall, pasar malam mempunyai konsumennya sendiri.

Diantara penjual yang begitu banyak di pasar malam, ada seorang sarjana pendidikan yang ikut menjajakan dagangannya. Ia adalah Erick (32). Perantauan asal Palembang ini sudah 2 tahun menjalani profesi pedagang pasar malam. Awalnya, Erick hanya ikut orang dalam berjualan di pasar malam. Kini, dirinya mampu mebuka lapak sendiri dengan modal yang masih seadanya. Ia pun juga ikut rombongan pasar malam untuk berpindah setiap harinya, mulai dari Cihuni, belakang Mall Summarecon, Bonang, dan Danau dekat Universitas Gunadharma.
Berbicara tentang latar belakangnya, Erick merupaka seorang sarjana pendidikan di salah satu Universitas Palembang. Ketika ditanya, dirinya memiliki kemampuan dalam mengajar ilmu sosial seperti geografi dan sosiologi. Alasan ia menjadi pedagang karena ia harus membantu orangtuanya untuk menyekolahkan adik-adiknya yang masih sekolah. Menurutnya, menjadi seorang guru di daerah hanya mendapatkan upah yang sedikit. Maka dari itu, ia memutuskan merantau agar mendapat penghasilannya yang mampu menyekolahkan adiknya. Ditanya mengenai keinginan mengajar, Erick mengaku masih ada keinginan untuk mengajar namun tidak untuk saat ini. (R. Adrianus Dwi/UMN)